Senin, 28 November 2011

3 x 8 = 23

cerita ini dimulaoleh seseorang bernama Yan hui,Yan hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat..


Pembeli berteriak : “3 x 8 = 23, kenapa kamu bilang 24?” Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “sobat, 3 x 8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.” Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius.Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan,”


Yan Hui : “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?”
Pembeli kain : “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaiman?”
Yan Hui : “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”


Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa

Confusius : “ 3 x 8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Berikan jabatanmu kepada dia.”


Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius berkata dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.

Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas. Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasihat: “Bila hujan lebat, jangan berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.”


Yan Hui menjawab, “Baiklah,” lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasihat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon tersebut. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasihat gurunya yang pertama terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba di rumahnya saat malam sudah larut dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunuskan pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasihat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.


Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata “Guru. Bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”


Confusius berkata”Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir,makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh.”


Yan Hui berkata ”Guru,perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum”

Confusius menjawab “ Aku tahu kamu minta cuti bukanlah urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir.


“ kemarin guru bilang 3 x 8 = 23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3 x 8 = 24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.

Menurutmu, jabatanmu yang lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata “Guru mementingkan yang lebih utama, aku malah berpikir guru sudah tua dan pikun. aku benar-benar malu.” Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.


Cerita ini mengingatkan kita :


Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi merebut sesuatu yg sangat berarti untuk orang lain apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat. Banyak hal sebenarnya, tidak perlu dipertaruhkan.


sekali-kali kita harus mundur selangkah, untuk kebaikan bagi semua orang bukan hanya diri pribadi betul tidak ???

Jumat, 25 November 2011

Koizora (Sky Of Love)

Sorry yah ini sebenernya cuma film yg gw tulis ulang
dan ini adalah postingan pertama gw
hahaha *bangga setengah mati*
ni film bener2 seru dan mengharu biru dan bisa bikin nangis 2 jam nonstop *lebay*
langsung aja ke jalan ceritanya
cekidot.....

ni film bercerita tentang dua orang remaja gitu.. mereka saling kenal karena si cowok yang namanya Hiro (miura haruma) ga sengaja nemuin HPnya si cewek yang namanya Mika (yui aragaki). jadilah mereka sering telpon-telponan. nah pas ketemuan taunya si Mika malah lari karena ga nyangka kalo tmen telpon"nya ntu si Hiro yang terkenal berandal. padahal si Hiro udah baik-baik ngebawain Mika seikat bunga buat ngasi selamat ultah ke Mika.
tapi waktu ngeliat Hiro nanem lagi bunga yang tadinya mau di kasi ke Mika, Mika jadi simpati dan mulailah mereka jadian..
tapi mantan Hiro g terima n nyuruh gank berandal buat memperkosa Mika..
tapi pada akhirnya Hiro mau nerima Mika apa adanya n berjanji ga akan buat Mika menderita lagi
secara ga disengaja Mika hamil anaknya n mereka berdua berencana buat berenti sekolah n menikah..
tapi lagi-lagi mantannya hiro berusaha buat mencelakakan Mika n mendorong Mika hingga jatuh dari tangga. kandungan Mika akhirnya gugur

Hiro n Mika pun berjanji untuk selalu bertemu pada tanggal 24 desember setiap tahunnya untuk mendoakan jabang bayi mereka yang telah tiada.


tapi tiba-tiba..............


Hiro minta putus dari Mika, tapi Mika ga terima n tetep nunggu Hiro..
tanggal 24 tahun berikutnya Mika datang ke tempat dia n Hiro berjanji dulu untuk mendoakan anaknya dan ternyata sudah ada boneka salju kecil di tanah seperti yang mereka buat setahun yang lalu. Mika yakin Hiro datang ke tempat ini sebelumnya dan terus mencari Hiro, tapi tidak kunjung ketemu.


tanpa mengetahui kenyataan yang ada Mika bertemu dengan seorang pria yang menjadi senior di universitas tujuannya, Mika yang telah menyerah akan Hiro memutuskan untuk berpacaran dengan seniornya itu. senior itu mau menerima Mika apa adanya walaupun tahu apa yang pernah terjadi pada Mika sebelumnya.
24 desember tahun berikutnya pun Mika tetap datang ke tempat yang sama untuk mendoakan anaknya, diantar oleh senior. dan ternyata dia bertemu dengan Hiro, yang mengenakan topi di kepalanya. namun Hiro dengan cepat berlari dan meninggalkan Mika. Mika pun mengejar Hiro, namun saat menemui jalan bercabang, Mika bingung apakah harus ke kiri dan terus mengejar Hiro ataukah sebaliknya berjalan ke arah senior yang menjadi cinta barunya.
akhirnya Mika pun memilih untuk berhenti mengejar Hiro dan berjalan ke arah pacarnya. di scene ini Mika bilang "jika saat itu aku memilih bagian/jalan yang berbeda apakah nasib kita berdua dapat berubah?" ya olooooo....
sedih banget pas bagian itu 
akhirnya Mika lulus SMA, namun saat kelulusan ia tidak melihat Hiro. dimulailah kehidupan Mika bersama cinta barunya di universitas. dan mika berjanji hanya akan mengingat masa lalu setahun sekali, yaitu tanggal 24 desember.

pada tanggal yang sama, di tahun berikutnya Mika pergi ke tempat biasanya, namun yang ia lihat disana bukanlah Hiro melainkan temannya, Nozomu. Nozomu pun menjelaskan kepada Mika bahwa ia disuruh Hiro untuk berdoa ke tempat itu setiap tahunnya, karena Hiro mungkin tak akan bisa lagi pergi ke tempat ini untuk berdoa. Nozomu memberitahu Mika bahwa sebenarnya Hiro mengidap kanker sejak 2 tahun yang lalu, tepat saat Hiro minta putus kepada Mika.

Mika yang meninggalkan seniornya akhirnya pergi untuk menemui Hiro ke ruma sakit. Hiro yang tidak menyangka Mika akan datang, sangat kaget dan berpura-pura cuek. namun Mika melihat bahwa Hiro masih mengenakan cincin yang mereka gunakan dulu untuk menikah. akhirnya mereka pun kembali bersama di sisa waktu Hiro yang sangat singkat..

Mika yang setia menemani Hiro setiap saat dan merawatnya, saat itu Hiro bertanya apa yang akan terjadi pada orang setelah mati? Lalu mika hanya tersenyum dan menjawab tentunya mereka akan pergi ke surga. Hiro pun bilang ia ingin menjadi langit agar dapat terus melihat Mika dari atas. Mika pun blang "langit cerah menandakan bahwa Hiro sedang senang, langit sore menandakan Hiro sedang malu, dan langit malam menandakan bahwa Hiro sedang memelukku erat."


namun pada akhirnya Hiro pun pergi untuk selamanya.........

Mika yang sangat sedih tidak berani datang ke pemakaman Hiro, ia hanya mengurung diri di kamar. ibunya pun datang dan memberitahkan bahwa pemakaman Hiro telah berakhir. ibunya memberikan sebuah buku yang merupakan buku harian Hiro.

Mika terus memegang buku itu kemana pun ia pergi, namun tidak berani membacanya. ia ingin mengakhiri hidupnya namun saat itu buku yang dipegangnya jatuh dan akhirnya ia membaca seluruh buku harian itu. dari awal hingga akhir semua halaman yang ada di buku itu tertulis nama Mika. halaman paling terakhir terdapat gambar Mika Hiro dan anak mereka.
Mika pun akhirnya dapat merelakan Hiro dan menjalani hidupnya.
dan katanya mika pun ga nikah2 ampe sekarang
WAW !!!